Rabu, 07 Mei 2014

What Will I Do After Graduate From Gunadarma University?



 
Kuliah adalah suatu proses menuju keberhasilan. Dengan begitu ilmu yang kita dapat selama kuliah menjadi modal utama untuk menentukan seseorang menjadi apa kedepannya. Seperti kebanyakan orang, saya menjadi salah satu orang yang beruntung dapat menikmati bangku perkuliahan, dengan harapan lulus tepat waktu dan mempunyai nilai yang bagus. ketika lulus kuliah kita punya tanggung jawab untuk mempertaruhkan dan mengaplikasikan apa yang seharusnya kita dapatkan pada bangku kuliah, setidaknya dapat berguna bagi masyarakat ramai
     Setelah lulus kuliah, kita akan dipertemukan dengan beberapa pilihan antara bekerja, berwirausaha, atau menjadi ibu rumah tangga. Saya sendiri memilih untuk bekerja.  saya hanya ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang saya akuntansi yaitu sebagai akuntan di perusahaan asing yang berada di Indonesia maupun di luar indonesia. Dan jika keinginan saya itu tidak terwujud saya akan bekerja menjadi pegawai negeri sipil saja karena itu adalah pekerjaan yang menjamin untuk masa muda bahkan untuk hari tua.
            Which path or combination of paths you choose will obviously depend on many factors, such as how much work experience you have already, whether you have clear longer term career plans and whether you feel you need a break before jumping into the job market. Let's achive your dream!
           


Veronica Intan Dwi Christanti Mada
27211263
3EB01

Why English Is Important For Your Majors?




Belajar bahasa inggris
Kita sudah tak asing lagi dengan bahasa inggris. Hampir seluruh jenjang pendidikan mempelajari bahasa inggris. Mulai dari Tk, SD, SMP, SMA bahkan ketika anda masuk dalam perkuliahan, bahasa inggris tetap dipelajari. Bahasa inggris adalah bahasa internasional yang menyatukan antar negara. Dengan ditetapkannya bahasa internasional ini, masyarakat dunia dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa kesatuan ini.
Pemerintah Indonesia sendiri menyarankan kepada setiap jenjang pendidikan mengajarkan bahasa inggris. Semua itu didukung melalui kurikulum yang mewajibkan bahasa inggris masuk kedalam salah satu mata pelajaran yang diajarkan. Selain itu, pemerintah juga dengan intens melakukan hubungan bilateral dengan negara-negara lain agar para siswa-siswa Indonesia dapat menimbah ilmu di luar negeri. Sehingga, mau-tidakmau kita harus belajar bahasa inggris agar dapat mengenal lebih jauh isi dari dunia ini.

Tujuan mempelajari bahasa inggris untuk jurusan saya?
Seperti yang dijelaskan diatas pentingnya kita belajar bahasa inggris. Tidak dipungkiri juga, jurusan akuntansi sangat memerlukan pembelajaran bahasa inggris yang lebih dalam. Pada saat mempelajari suatu materi akuntansi, tidak jarang kita menemui istilah-istilah yang menggunakan bahasa inggris. Baik itu dalam bentuk rumus, bahkan tak jarang sumber-sumber pengajaran juga menggunakan bahasa inggris, sehingga mengharuskan kita untuk mengubahnya kedalam bahasa Indonesia untuk lebih mudah memahaminya.
Dalam menyusun skripsi ataupun PI, sumber yang digunakan kebanyakan menggunakan bahasa inggris. Bila kita tidak mampu memahami bahasa tersebut, berarti kita juga tidak mampu memahami isi dari materi tersebut. Dan juga akan memperlambat proses pengerjaan skripsi atau PI yang kita kerjakan.
Setelah lulus kuliah dan melanjutkan pekerjaan pada suatu perusahaan, bahasa inggris bahkan menjadi suatu hal yang biasa dikalangan para karyawan atau staff perusahaan. Hampir 90% pekerjaan di perusahaan menggunakan bahasa inggris. Lain pula apabila perusahaan tersebut merupakan milik dari negara asing, kita harus fasih berbahasa inggris agar dapat menjalin komunikasi kepada atasan kita. Bahkan sebelum masuk perusahaan, mereka akan mengajukan syarat kemampuan berbahasa inggris anda dengan melihat hasil TOEFL yang anda miliki. Syarat tersebut bisa sangat berpengaruh terhadap peluang anda masuk ke perusahaan tersebut atau tidak. Tergantung dari perusahaan yang anda lamar.
So, the English language is very important to be learned by everyone, including the accounting students. Learn from now, because it's never too late for people who have the will and earnest to learn.



Veronica Intan Dwi Christanti Mada
27211263
3EB01

Kamis, 30 Januari 2014

Siapakah Aku?



Hai perkenalkan nama panjang saya Veronica Intan Dwi Christanti Mada. Wah panjang kan? Teman-teman saya sering bilang bahwa nama saya seperti gerbong kereta api hahaha. Karena saya berasal dari keluarga Katolik jadi saya diberi nama Baptis yaitu Veronica. Intan adalah nama yang diberikan oleh nenek saya yang artinya berkilau seperti permata. Kalau Dwi pasti tau dong artinya yaitu dua, ya saya memang anak kedua dari 3 bersaudara. Christanti merupakan gabungan dari Chris dan Tanti, Chris merupakan penanda bahwa saya orang Christiani dan Tanti merupakan nama penyanyi top di masa itu yaitu Tanti Yosefa. Dan yang terakhir merupakan nama marga saya yaitu Mada. Saya merupakan anak yang periang, sulit mengambil keputusan, bertanggung jawab namun mudah putus asa.

Status saya sekarang sebagai mahasiswa akuntansi semester 5 di Universitas Gunadarma. Nama panggilan saya Vero tetapi dari dulu nama panggilan saya selalu berubah-ubah. Di rumah saya dipanggil mbak Tanti. Mengapa mbak? Karena saya berasal dari keturunan Jawa campur Flores tetapi keluarga saya masih kental unsur Jawanya. Kemudian semenjak smp nama panggilan saya berubah mulai dari Papero, Peyo, Plo, Pelang –katanya sih Pero Petualang, duh ada ada aja–. Itu semua merupakan julukan yang diberikan oleh teman teman saya.

Dulu saya bukan anak yang mandiri. Sejak kecil saya diasuh oleh pembantu karena kedua orangtua bekerja. Mulai dari makan, memakai pakaian, mandi dan bahkan hampir semua pekerjaan dilakukan oleh pembantu. Orangtua saya pun tidak pernah memaksa untuk harus melakukan segala sesuatunya sendiri. Mereka selalu mengatakan tugas saya hanyalah belajar dengan giat agar mencapai kesuksesan. Hal inilah yang membuat saya harus bergantung pada orang lain dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Saya lahir di Dili pada tanggal 7 Juni 1994. Pasti pada heran kan saya pernah lahir di daerah yang sekarang sudah terpisah dari Indonesia. Yap.. saya memang lahir disana dan pernah merasakan ketika sedang terjadi perang jajak pendapat. Kebetulan kedua orang tua saya ditugaskan sebagai PNS di Dili. Ketika terjadi peperangan pada tahun 1999, kami sekeluarga langsung dipindahkan ke Jakarta karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Kami segera mengemasi barang-barang yang dapat dibawa. Hanya beberapa potong pakaian dan surat-surat berharga. Rumah, perkebunan, motor, dan barang-barang lainnya ditinggalkan begitu saja.

Seiring berjalannya waktu kami mulai menata kehidupan kembali. Mulai dari mengontrak di rumah susun di daerah Benhil, kemudian membeli rumah di kawasan Depok yang sekarang kami tinggali ini. Saya mulai menempuh pendidikan pertama kali di TK Ratu Damai, Dili. Kemudian pindah ke TK Perwalan Pejompongan. Setelah itu lanjut ke SDN 01 Pagi Benhil dan pada kelas 4 SD saya pindah ke SDN Depok Jaya 1 karena rumah saya pindah ke Depok. Mulai SD saya mempunyai sahabat akrab, ya bisa dikatakan geng. Kami mempunyai nama “Pelangi”. Kemudian setelah lulus SD saya melanjutkan ke SMPN 9 Depok, kebetulan jaraknya lumayan dekat dari rumah. Di SMP saya mempunyai teman akrab yang biasa disebut “Cerinis” (Ceria dan Manis) dan “R-Peace” yang artinya Ratu Kebaikan. Sampai sekarang saya masih berkomunikasi dengan mereka loh. SMAN 5 Depok merupakan SMA saya. Di SMA saya juga mempunyai teman akrab yang bernama CCF. Ketika duduk di bangku SMA, banyak sekali pengalaman berharga yang dapat saya petik. Ketika saya ada masalah pasti saya ceritakan ke teman akrab saya, kami saling berbagi. Walaupun kami mempunyai teman akrab bukan berarti kami tidak berbaur dengan yang lainnya lho. Walaupun begitu saya berteman dengan siapa saja, asalkan orang itu baik dan dapat membawa perubahan yang lebih baik di hidup saya.

Sekarang saya berada di bangku kuliah. Awalnya saya sempat daftar di berbagai perguruan tinngi negeri tetapi Tuhan berkehendak lain bahwa rejeki saya bukan di tempat itu. Jurusan akuntansi adalah pilihan terakhir saya. Disini, saya benar-benar merasa berbeda jalur dengan jurusan yang saya inginkan. Karena awalnya saya berasal dari IPA. Namun saya tetap menjalaninya. Dan akhirnya saya bisa mendapat IPK terbaik dan saya masuk kelas yang bisa dikategorikan kelasnya ”anak-anak pintar”. Awalnya saya takut, takut tidak bisa mengikuti pelajaran karena saya tidak mempunyai basic di bidang itu. Tetapi makin lama saya belajar, ternyata ilmu akuntansi itu seru juga. Bahkan Puji Tuhan sekarang saya dipercayakan sebagai asisten lab di Laboratorium Akuntansi Menengah. Saya merasa puas dan senang bisa mengisi waktu kosong saya dengan hal yang bermanfaat. Bahkan saya akhirnya bisa menghasilkan uang dengan kerja keras sendiri.

Motivasi hidup saya adalah kedua orangtua saya. Bekerja keras dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap pekerjaan. Mereka selalu mengajarkan saya bagaimana hidup sehat, rajin dan tidak boros. Hidup seperti roda berputar, terkadang dibawah dan kadang pula diatas. Jika sedang berada dibawah jalanilah dengan iklas dan tetap mengucap syukur karena rencana Tuhan akan indah pada waktu-Nya. Dan ketika berada diatas tetaplah menjadi orang yang rendah hati.

Rabu, 27 November 2013

Anak Genius Putus Sekolah




Ketika saya melihat berita di TV dalam acara Seputar Indonesia, saya sangat terkejut dengan berita yang di tayangkan tersebut. Berita itu tentang seorang anak yang putus sekolah karena tingkat kecerdasannya melebihi anak-anak sebayanya. Anak itu bernama Muhammad Rizki Ramadan yang biasa disapa Rizki. Ia tinggal di Jorong Lurah Surau Baranjuang, Kenagarian Kubuang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Rizki hanya diberi kesempatan mengenyam bangku pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 27 Cangkiang Kecamatan Ampek Angkek, Agam selama enam bulan. Kecerdasan Rizki memang di atas rata-rata anak seusianya. Di usianya yang ketujuh tahun, dia sudah fasih berbahasa asing, seperti Inggris, Malaysia, India dan Mandarin. Rizki akhirnya dikeluarkan dari sekolah karena mengganggu proses belajar mengajar. Guru-gurunya kewalahan dengan kecerdasannya yang melebihi teman-teman sekelasnya. Rizki tidak mau mata pelajaran yang dijelaskan oleh guru diulang ulang, sebab baginya satu kali saja dikatakan guru sudah melekat dalam fikirannya, kalau ada yang diulang, secara spontan Rizki mengatakan teman temannya bodoh. Menurut cerita dari orangtua Rizki, ketika Ujian kelas dilakukan, Guru memberikan soal hanya 10 buah, Rizki malah menambah 5 soal lagi. Ia sering dipukul teman temannya, karena mengatakan teman temannya bodoh.

Rizki merupakan putra bungsu dari pasangan Mayunis dan Armadanis. Semenjak umur dua tahun kecerdasan Rizki sudah menonjol. Ia tampak berbeda dengan anak lainnya yang lebih suka bermain. Rizki lebih suka membaca buku, melihat berita, politik dan bola. Saat ia mulai pandai bicara, langsung pandai berbicara tanpa diajarkan. Sekilas saja menonton televisi langsung mengerti. Ia sangat tidak suka menonton film.

Semenjak Rizki diberhentikan dari Sekolahnya di SD Negeri 27 Cangkiang, membuat orangtuanya terpukul, sebab anak seusia Rizki masih membutuhkan pendidikan, sekalipun dia mengidap Penyakit Hyper aktif. Orang tua Rizki hanya bisa pasrah dan merasa tidak sanggup untuk membiayai sekolah anaknya. Saya berharap adanya ketulusan donator untuk menyekolahkan Rizki. Sebab dengan uluran tangan donatur ataupun Pemerintah, Rizki bisa bersekolah lagi. Menurut saya hyper aktif yang dimiliki Rizki rasanya tidak menjadi penghalang bagi Rizki untuk mendapatkan pendidikan. Kalau kita tidak membantu, siapa lagi yang akan membantu? Apakah mau asset Negara dan kekayaan SDM kita diambil lagi oleh orang asing?  Seharusnya Pemda setempat dan pemerintah mau memperjuangkan nasib Rizki. Dengan segera turun tangan memberi solusi yang terbaik untuk anak ini. Bukan tidak mungkin suatu saat kelak, nama Muhammad Rizki Ramadan akan menjadi salah satu putra terbaik bangsa yang mengharumkan nama Indonesia.

Ke-Hyper aktif Rezki cukup positif dan bisa dibina kearah yang lebih positif dan ilmu yang dimilikinya nanti mungkin dapat menyamai BJ Habibi. Sungguh sangat disayangkan, jika anugerah yang ada pada Rizki tidak dikembangkan. Ini salah satu aset bangsa yang berharga. SDM yang potensial dan harus dioptimalkan.



Terinspirasi dari:

http://www.ranahberita.com/news.php?id_news=1671/Berita/view/Kisah-Bocah-Jenius-dari-Agam,-Sulit-Sekolah-karena-Terlalu-Cerdas#.UpX2ypJwK5I




Senin, 28 Oktober 2013

Penalaran Deduktif

Dasar penalaran logika dibagi menjadi dua jenis yakni penalaran deduktif dan penalaran induktif. Kali ini saya akan membahas tentang penalaran deduktif.

Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang khusus berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yaitu dimulai dari hal-hal umum, mengarah kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah.

Jenis-jenis Penalaran Deduktif:

1. SILOGISME
        Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Silogisme merupakan jenis deduksi yang banyak digunakan jika seseorang menyusun suatu argumentasi.

Dalam silogisme terdapat dua premis dan satu simpulan. Premis merupakan pernyataan yang dijadikan dasar untuk menarik simpulan. Kedua premis itu adalah premis umum (premis mayor) dan premis khusus (premis minor).

Premis umum (PU) : berisi pernyataan yang menyatakan semua anggota kelompok atau kumpulan sesuatu yang memiliki sifat atau ciri tertentu.                                             
Premis Khusus (PK) : menyatakan seseorang atau sesuatu anggota kelompok atau kumpulan sesuatu itu
Simpulan (S) : menyatakan seseorang atau sesuatu anggota kelompok sesuatu itu memiliki sifat atau ciri tertentu.

Jika ketentuan-ketentuan di atas dibuat rumus akan menjadi:
PU       : Semua A = B
PK       : C = A
S          : C = B

Silogisme terbagi menjadi silogisme kategorial, silogisme hipotetis, silogisme disjungtif.
a) Silogisme Kategorial
Argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga (dan hanya tiga) proposisi    kategorial, yang disusun sedemikian rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu.
Contoh :
PU : Semua mahasiswa Universitas Gunadarma mengikuti Seminar
PK : Intan adalah mahasiswa Universitas Gunadarma
S : Intan mengikuti Seminar
Kaidah silogisme Kategorial:
  1. Sebuah silogisme harus terdiri dari tiga proposisi: premis umum, premis khusus, dan konklusi.
  2. Dalam ketiga proposisi itu harus ada tiga term, yaitu term umum (term predikat dari simpulan), term khusus (term subyek dari simpulan), dan term tengah (menghubungkan premis umum dan premis khusus)
  3. Setiap term yang terdapat dalam kesimpulan harus tersebar atau sudah tersebut dalam premis-premisnya.
  4. Bila salah satu premis bersifat universal dan yang lain bersifat partikular, maka konklusinya harus bersifat partikular.
  5. Dari dua premis yang bersifat universal, konklusi yang diturunkan juga harus bersifat universal.
b) Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotetis atau silogisme pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotesis. Silogisme hipotetis bertolak dari suatu pendirian, bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi. Rumus proposisi mayor dari silogisme ini adalah : Jika P, maka Q
Contoh:
PU : Jika musim kemarau, tanaman akan layu.
PK : Sekarang musim kemarau.
S : Tanaman akan layu.
c) Silogisme Disjungtif atau Silogisme Alternatif

Silogisme ini dinamakan Silogisme alternatif, karena:
  • Proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif, yaitu proposisi yang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan.
  • Sebaliknya, proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya.
  • Konklusi silogisme ini tergantung dari premis minornya. Jika premis minornya menerima satu alternatif, maka alternatif lainnya ditolak. Sebaliknya, jika premis minornya menolak satu alternatif, maka alternatif lainnya diterima dalam konklusi.


Contoh :
PU  : Garnett berada di Bandung atau Depok
PK   : Garnett berada di Bandung
S      : Sebab itu, Garnett tidak berada di Depok.
2. ENTIMEM
Entimem adalah silogisme yang diperpendek. Entimen tidak perlu menyebutkan premis umum, tetapi langsung mengetengahkan simpulan dengan premis khusus yang menjadi penyebabnya.
Rumus entimem : C = B, Karena C = A

Contoh :
PU : Semua orang ingin sukses harus belajar dan berdoa
PK : Lita ingin sukses
K : Lita harus belajar dan berdoa

Contoh di bawah ini adalah silogisme yang dijadikan entimen. Jika entimen dapat dikembalikan menjadi silogisme. Jadi, dengan demikian silogisme dapat dijadikan entimen. Sebaliknya, entimen   juga dapat dijadikan silogisme.

Silogisme :
PU       : Pegawai yang baik tidak mau menerima suap.
PK       : Ali pegawai yang baik.
S          : Ali tidak mau menerima suap.

Entimem :
Ali tidak mau menerima suap, karena ia pegawai yang baik.
Penjelasan:
C         = Ali ;ia
B         = tidak mau menerima suap
A         = pegawai yang baik
C = B, karena C = A


 Veronica Intan Dwi Christanti Mada
227211263/ 3EB01
Bahasa Indonesia 2