1. Pengangguran
Pengangguran dapat diartikan sebagai angkatan kerja (bagian dari jumlah
penduduk yang berusia 15 sampai 64 tahun yang mempunyai pekerjaan atau yang
sedang mencari pekerjaan untuk melakukan pekerjaan yang produktif) yang tidak
bekerja atau seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapatkan
pekerjaan, tetapi belum dapat memperolehnya.Seseorang yang tidak bekerja tetapi
tidak sedang aktif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai penganggur,
contohnya para ibu rumah tangga, mereka tidak mau bekerja karena ingin mengurus
keluarganya, atau para anak orang kaya, mereka tidak ingin bekerja karena
gajinya lebih rendah dari yang diinginkannya. Kelompok
ibu rumah tangga dan anak orang kaya tersebut dikategorikan sebagai penganggur
sukarela.
Jenis dan Macam
Pengangguran Berdasarkan Jam Kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran
dikelompokkan menjadi 3 macam :
-Pengangguran
Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja
secara optimal karena suatu alasan tertentu.
-Setengah Menganggur
(Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal
karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur
ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
-Pengangguran Terbuka
(Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai
pekerjaan. Pengangguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat
pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
Berdasarkan Penyebab
Terjadinya
Berdasarkan penyebab terjadinya,
pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam :
- Pengangguran Friksional (Frictional Unemployment). Pengangguran friksional bersifat sementara dan terjadi karena adanya kesenjangan antara pencari kerja dan lowongan kerja. Kesenjangan dapat berupa waktu, informasi, maupun jarak. Jenis pengangguran ini pasti terjadi dan tidak dapat dihindari.
- Pengangguran Konjungtural (Cycle Unemployment). Pengangguran konjungtural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
- Pengangguran Struktural (Structural Unemployment). Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti : Permintaan berkurang, Kemajuan dan pengguanaan teknologi, Kebijakan pemerintah.
- Pengangguran Musiman (Seasonal Unemployment). Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus menganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
- Pengangguran Siklikal. Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
- Pengangguran Teknologi. Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
- Pengangguran Siklus. Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggregate demand).
Ciri Pengangguran di
Indonesia
- Jumlah penduduk yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada.
- Perkembangan inovasi teknologi informasi yang canggih menyebabkan penyerapan SDM.
- Persaingan era globalisasi yang ketat membutuhkan SDM yang berkualitas baik IQ maupun EQ dengan standar kerja yang berlaku.
- Malasnya calon pekerja masuk lapangan kerja yang ada karena memilih pekerjaan yang cocok sesuai minat dan besarnya gaji yang diharapkan.
- Gengsi yang tinggi terhadap pekerjaan yang ditawarkan.
- Takut menghadapi resiko kerja atau usaha, takut gagal.
2. Inflasi
Inflasi sering diartikan sebagai suatu
kecenderungan naiknya harga-harga secara umum dalam waktu dan wilayah tertentu.
Inflasi terjadi apabila :
- Diwarnai kenaikan harga-harga komoditi secara umum.
- Dapat diketahui dan dihitung jika telah berjalan dalam kurun waktu tertentu dan dalam wilayah tertentu.
Inflasi dapat dibagi dalam :
Inflasi ringan jika
nilainya berkisar 0% s/d 10%
Inflasi sedang jika
nilainya berkisar 10% s/d 30%
Inflasi berat jika
nilainya berkisar 30% s/d 100%
Hyperinflasi jika
nilainya >
100%
Jika dilihat dari sebab-sebab
kemuculannya dibagi dalam :
- Inflasi karena naiknya permintaan, terjadi karena adanya gejala naiknya permintaan secara umum.
- Inflasi yang terjadi karena naiknya biaya produksi, terjadi jika kecenderungan naiknya harga lebih diakibatkan karena naiknya biaya produksi.
- Inflasi yang berasal dari dalam negeri, terjadi dikarenakan peristiwa-peristiwa yang terjadi didalam negeri.
- Inflasi yang berasal dari luar negeri, terjadi diawali dengan masuknya komoditi impor yang telah terkena inflasi (harga naik) di negara asalnya.
Inflasi memang akan membawa dampak yang
kurang baik bagi beberapa aspek kegiatan ekonomi masyarakat, diantaranya :
- Turunnya pendapatan riil masyarakat yang memiliki penghasilan tetap.
- Turunnya nilai riil kekayaan masyarakat yang berbentuk kas.
- Nilai tabungan masyarakat menjadi turun.
- Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi terhambat.
Beberapa sisi positif dari adanya inflasi :
Inflasi yang
terkendali menggambarkan adanya aktivitas ekonomi dalam suatu negara.
Inflasi terkendali
merangsang masyarakat untuk terus berusaha bekerja keras untuk meningkatkan
kesejahteraannya.
Sumber:
http://nunihandayani.blogspot.com/2012/05/masalah-pokok-perekonomian-indonesia.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
Rudianto, Pelajaran
Ekonomi untuk SMA kelas XII, PT Arya duta, Depok, 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar